π Pendahuluan
Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk belajar di luar kampus dan memperluas kompetensi. Universitas Suryakancana (UNSUM) telah aktif mengimplementasikan kebijakan ini untuk memperkuat relevansi pendidikan dengan dunia nyata.
π« 1. Bentuk Program MBKM yang Diterapkan di UNSUM
Beberapa bentuk program MBKM yang dilaksanakan UNSUM meliputi:
- Magang/Praktik kerja di industri
- Studi independen dan proyek riset
- Pertukaran pelajar antar perguruan tinggi
- Kegiatan wirausaha mahasiswa
- Proyek desa dan kegiatan sosial kemasyarakatan
Program ini dilaksanakan secara lintas jurusan dan disesuaikan dengan minat mahasiswa.
π§© 2. Dukungan dan Fasilitas dari UNSUM
UNSUM memberikan dukungan melalui:
- Kurikulum fleksibel yang mengakomodasi pembelajaran di luar prodi
- Kemitraan strategis dengan industri dan instansi pemerintah
- Dosen pembimbing khusus untuk tiap skema MBKM
- Pemantauan dan evaluasi berkala dari kegiatan mahasiswa
π‘ 3. Dampak Positif MBKM terhadap Mahasiswa
Penerapan MBKM telah memberikan dampak nyata:
- Peningkatan keterampilan praktis dan soft skills
- Pengalaman kerja sebelum lulus
- Kepercayaan diri dan kesiapan memasuki dunia kerja
- Kesempatan membangun jejaring profesional
π― 4. Tantangan dan Langkah Perbaikan
Meski memberi banyak manfaat, implementasi MBKM juga menghadapi tantangan seperti:
- Penyesuaian kurikulum antar perguruan tinggi
- Pengakuan kredit semester oleh prodi asal
- Koordinasi antara mahasiswa, mitra, dan kampus
UNSUM terus menyempurnakan mekanisme agar program ini semakin optimal.
β Kesimpulan
Penerapan MBKM di UNSUM bukan hanya menjawab tantangan zaman, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan dan adaptif. Dengan kolaborasi yang kuat, program ini akan semakin berdampak luas bagi masa depan mahasiswa dan institusi.
