🌍 Pengantar: Pentingnya Kearifan Lokal

Di tengah arus globalisasi yang semakin kuat, nilai-nilai lokal dan budaya tradisional sering kali tergerus. Universitas Suryakancana (UNSUM) memegang peranan penting dalam menjaga kearifan lokal melalui kegiatan akademik, riset, dan pengabdian masyarakat.


🧩 Integrasi Kearifan Lokal dalam Kurikulum

Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UNSUM telah menyusun berbagai mata kuliah dan proyek tugas akhir yang menekankan nilai budaya Sunda dan lokalitas Cianjur. Beberapa contoh di antaranya:

  • Mata kuliah “Sosiologi Budaya Sunda”
  • Proyek pelestarian bahasa daerah
  • Program kerja KKN bertema “Desa Wisata dan Budaya”

📚 Penelitian Berbasis Budaya

Dosen dan mahasiswa UNSUM juga aktif dalam penelitian berbasis budaya seperti:

  • Kajian tradisi lisan dan cerita rakyat Cianjur
  • Pengarsipan digital seni tari dan musik tradisional
  • Revitalisasi motif batik khas Cianjur

Hasil riset ini tidak hanya dipublikasikan di jurnal ilmiah, tetapi juga diimplementasikan secara langsung melalui pelatihan dan pemberdayaan masyarakat.


🏘️ Pengabdian: Membangun dari Akar Rumput

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat:

  • Mahasiswa mengenalkan kembali permainan tradisional di sekolah dasar
  • Melatih UMKM lokal untuk menggunakan nilai kultural dalam kemasan produk
  • Membantu desa binaan mengembangkan paket wisata berbasis budaya

🛡️ Kesimpulan: Globalisasi Tak Harus Menghapus Lokalitas

UNSUM membuktikan bahwa pendidikan tinggi mampu menjaga jati diri bangsa dengan cara yang cerdas dan kontekstual. Dengan memadukan teknologi, riset, dan budaya, UNSUM hadir sebagai penjaga warisan lokal di tengah kemajuan global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *