Pendahuluan
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, keterampilan digital bukan lagi pilihan—melainkan keharusan. Mahasiswa sebagai bagian dari generasi produktif dituntut untuk tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga melek literasi digital. Di era Industri 4.0 yang ditandai dengan konektivitas tinggi, otomatisasi, dan big data, kemampuan ini menjadi penentu sukses atau tertinggal.
Apa Itu Literasi Digital?
Literasi digital adalah kemampuan seseorang untuk:
- Mengakses, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi dari berbagai media digital
- Menggunakan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab
- Berkomunikasi secara efektif di lingkungan digital
- Menganalisis dan menciptakan konten digital
Literasi digital mencakup lebih dari sekadar bisa menggunakan media sosial atau mengetik di komputer—ia meliputi kemampuan berpikir kritis, etika, dan keamanan digital.
Tantangan Mahasiswa di Era Digital
Meski terlahir sebagai generasi digital native, masih banyak mahasiswa yang:
- Mudah terjebak hoaks dan informasi tidak valid
- Belum sadar akan pentingnya keamanan data pribadi
- Kurang produktif dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran dan pengembangan diri
- Terjebak pada penggunaan digital untuk konsumsi pasif (scrolling, hiburan) bukan produktif
Peran Kampus dalam Meningkatkan Literasi Digital
1. Integrasi Materi Literasi Digital dalam Kurikulum
Beberapa mata kuliah seperti:
- Information Literacy
- Teknologi Informasi dan Komunikasi
- Digital Ethics
dapat ditambahkan sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi tantangan zaman.
2. Pelatihan dan Webinar Rutin
Kampus dapat:
- Mengadakan pelatihan literasi digital bekerja sama dengan pakar atau praktisi
- Mengajarkan bagaimana mengecek fakta (fact-checking), penggunaan software kolaboratif, dan membuat konten positif
3. Pengembangan Kreativitas Digital
Mahasiswa didorong membuat:
- Podcast edukatif
- Vlog ilmiah atau tugas presentasi via YouTube
- Infografis dan e-book ringkas
Sebagai bentuk adaptasi media belajar yang lebih menarik dan relevan
Etika dan Keamanan Digital
Mahasiswa juga perlu dibekali dengan:
- Kesadaran privasi data pribadi
- Pemahaman tentang jejak digital (digital footprint)
- Etika berkomunikasi di ruang digital (terhindar dari hate speech, plagiarisme, cyberbullying)
UNSUM mendorong para mahasiswa untuk:
“Bijak dalam bermedia digital. Kritis saat menerima informasi. Kreatif saat menyampaikan opini.”
Kesimpulan
Literasi digital bukan hanya bekal akademik, tetapi juga kemampuan hidup yang esensial. Di era Industri 4.0, mahasiswa yang mampu beradaptasi secara digital akan lebih unggul dalam menghadapi tantangan global. Dengan sinergi antara kampus, dosen, dan mahasiswa, UNSUM siap mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga cakap digital.
