Pendahuluan
Permasalahan lingkungan hidup menjadi isu global yang mendesak, termasuk di Indonesia. Sebagai generasi muda yang kritis dan inovatif, mahasiswa memiliki peran strategis dalam menciptakan solusi berkelanjutan terhadap berbagai tantangan lingkungan. Di Universitas Suryakancana Sumedang (UNSUM), semangat tersebut tumbuh subur dalam berbagai kegiatan kampus dan organisasi mahasiswa.
Artikel ini membahas inovasi-inovasi yang dilakukan mahasiswa UNSUM dalam bidang lingkungan, serta bagaimana dukungan institusi kampus memperkuat gerakan ini.
Krisis Lingkungan di Tingkat Lokal
Lingkungan di Sumedang dan sekitarnya menghadapi berbagai masalah seperti:
- Sampah plastik yang menumpuk di sungai dan pasar
- Penggundulan hutan dan alih fungsi lahan
- Kualitas udara yang menurun akibat pembakaran limbah
- Kurangnya edukasi tentang pengelolaan sampah rumah tangga
Mahasiswa UNSUM menyadari bahwa solusi tidak cukup hanya dari pemerintah, namun butuh keterlibatan masyarakat sipil, termasuk kampus.
Inovasi Mahasiswa UNSUM dalam Menangani Isu Lingkungan
1. Eco-Brick UNSUM: Solusi Kreatif Limbah Plastik
Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan UNSUM menggagas program Eco-Brick, yaitu mengubah sampah plastik menjadi bata ramah lingkungan. Hasilnya digunakan untuk pembangunan taman baca dan tempat duduk di area kampus dan desa binaan.
2. Bank Sampah Digital
Melalui platform sederhana berbasis WhatsApp dan Google Sheet, mahasiswa UNSUM menciptakan sistem pendataan dan penukaran sampah dengan poin yang dapat ditukar sembako. Program ini berjalan di beberapa kelurahan di Sumedang.
3. Urban Farming Mahasiswa
Mahasiswa Fakultas Pertanian dan Biologi UNSUM mengembangkan kebun hidroponik dan vertikultur di lahan sempit kampus dan kos-kosan mahasiswa. Hasilnya dimanfaatkan untuk konsumsi komunitas serta edukasi masyarakat sekitar.
4. Gerakan Jumat Hijau
Melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), diadakan kegiatan rutin “Jumat Hijau” setiap dua minggu sekali:
- Penanaman pohon
- Pembersihan area kampus dan sungai
- Edukasi melalui media sosial dan seminar mini
5. Pengembangan Produk Ramah Lingkungan
Mahasiswa Kewirausahaan mengembangkan produk seperti:
- Sabun cuci dari limbah minyak jelantah
- Tas belanja dari kain bekas
- Sedotan stainless dan bambu produksi lokal
Peran Kampus dalam Mendukung Gerakan Mahasiswa
UNSUM memiliki komitmen nyata dalam mendukung gerakan lingkungan, antara lain melalui:
- Sertifikasi Kampus Hijau yang mendorong kebijakan ramah lingkungan di lingkungan kampus
- Dukungan dana PKM dan Hibah Inovasi untuk riset dan pengembangan lingkungan
- Integrasi isu lingkungan ke dalam mata kuliah lintas jurusan
- Kemitraan dengan DLH, komunitas pegiat lingkungan, dan media lokal
Tantangan dan Harapan
Beberapa tantangan yang masih dihadapi:
- Kurangnya kesadaran lingkungan dari sebagian mahasiswa dan warga kampus
- Akses pendanaan terbatas untuk ekspansi program ke luar kampus
- Kesulitan dalam menjaga keberlanjutan program pasca lulus
Namun semangat kolaborasi dan inovasi yang ditanamkan sejak awal kuliah memberi harapan akan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli pada kelestarian bumi.
Kesimpulan
Mahasiswa UNSUM terus menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil dan lokal. Melalui inovasi-inovasi sederhana namun berdampak besar, mereka menjadi motor penggerak kesadaran dan aksi lingkungan yang berkelanjutan. Dukungan penuh dari kampus dan mitra eksternal akan semakin memperkuat dampak dari setiap inisiatif yang dilakukan.
