City University of New York (CUNY) melaporkan penghimpunan sekitar US$312 juta dukungan filantropi pada tahun fiskal 2026. Angka tersebut meningkat 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan membuat total dana yang dihimpun CUNY bersama kampus-kampusnya dalam empat tahun terakhir melampaui US$1 miliar.

Capaian itu disampaikan melalui pengumuman pada 19 dan 21 Oktober 2026. Salah satu bagian penting dari penghimpunan tersebut adalah hibah US$50 juta dari MacKenzie Scott untuk Lehman College. Menurut informasi CUNY, hibah itu merupakan donasi terbesar dalam sejarah Lehman College dan menambah dukungan US$30 juta yang diterima kampus tersebut pada 2020.

Dana bagi Lehman College direncanakan untuk memperkuat beasiswa, layanan mahasiswa, dukungan kebutuhan dasar, kapasitas institusi, serta jalur karier. Pendekatan ini menunjukkan bahwa dukungan mahasiswa perguruan tinggi tidak hanya diarahkan untuk mengurangi biaya pendidikan, tetapi juga membantu mahasiswa bertahan dalam studi, memperoleh pengalaman kerja, dan mempersiapkan transisi menuju dunia kerja.

Penghimpunan dana diarahkan pada keberlanjutan studi

Besarnya dana yang dihimpun CUNY menjadi indikator meningkatnya peran filantropi dalam mendukung keberhasilan mahasiswa. Namun, nilai penghimpunan tidak otomatis berarti seluruh dana tersedia bagi semua mahasiswa. Penyaluran, bentuk bantuan, persyaratan, dan kelompok penerima ditentukan oleh institusi serta program yang terkait dengan masing-masing dukungan.

Dalam konteks Lehman College, rencana penggunaan dana mencakup beberapa kebutuhan yang sering memengaruhi keberlanjutan studi. Beasiswa dapat membantu mengurangi tekanan biaya pendidikan. Layanan mahasiswa dapat mendukung kebutuhan akademik dan nonakademik. Sementara itu, bantuan kebutuhan dasar berpotensi menjawab persoalan yang dapat mengganggu konsentrasi mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan.

Kerangka tersebut menempatkan keberhasilan mahasiswa sebagai hasil dari kombinasi dukungan, bukan hanya bantuan biaya kuliah. Mahasiswa dapat menghadapi hambatan yang berkaitan dengan kebutuhan hidup, akses layanan, kesiapan akademik, maupun kesempatan memperoleh pengalaman profesional. Karena itu, dukungan yang terpadu berupaya menghubungkan berbagai aspek tersebut dalam perjalanan pendidikan.

CUNY memperkuat hubungan antara pembelajaran dan karier

Selain beasiswa dan layanan mahasiswa, dukungan untuk Lehman College juga mencakup jalur karier. CUNY menyatakan bahwa program CUNY Beyond menghubungkan mahasiswa dengan pembelajaran berbasis karier, pengalaman kerja, dan keterlibatan pemberi kerja.

Model ini memperluas makna bantuan mahasiswa. Dukungan finansial membantu mahasiswa melanjutkan studi, sedangkan pengalaman kerja dan koneksi dengan pemberi kerja dapat membantu mereka memahami penerapan pembelajaran di lingkungan profesional. Keterkaitan tersebut juga dapat membuat proses pendidikan lebih relevan dengan rencana karier mahasiswa.

Program yang menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman kerja membutuhkan lebih dari sekadar penempatan. Mahasiswa memerlukan akses pada kesempatan yang sesuai, pendampingan, serta hubungan yang jelas antara keterampilan yang dipelajari dan kebutuhan dunia kerja. Dalam informasi yang disampaikan CUNY, CUNY Beyond menjadi bagian dari upaya untuk membantu mahasiswa meraih gelar sekaligus membangun karier yang berhasil.

Pelajaran bagi kampus lain

Pengalaman CUNY menawarkan sejumlah pelajaran yang dapat dipertimbangkan perguruan tinggi lain ketika merancang dukungan bagi mahasiswa. Pertama, bantuan finansial dapat ditempatkan dalam strategi yang lebih luas. Beasiswa tetap penting, tetapi hasilnya dapat diperkuat dengan layanan akademik, pendampingan, dukungan kebutuhan dasar, dan akses ke layanan karier.

Kedua, kampus dapat menghubungkan bantuan pendidikan dengan pengalaman kerja sejak mahasiswa masih menjalani studi. Keterlibatan pemberi kerja, pembelajaran berbasis karier, dan pengalaman profesional dapat menjadi jembatan antara ruang kelas dan kebutuhan setelah kelulusan. Pengaturan program tetap perlu disesuaikan dengan kapasitas kampus, bidang studi, serta kondisi mahasiswa.

Ketiga, dukungan perlu memperhatikan mahasiswa berpenghasilan rendah secara menyeluruh. Hambatan mahasiswa tidak selalu berbentuk kekurangan biaya kuliah. Kebutuhan dasar, keterbatasan akses layanan, dan minimnya jaringan profesional juga dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk bertahan dan berkembang di perguruan tinggi.

Akuntabilitas tetap penting dalam pengelolaan dukungan

Penghimpunan dana dalam jumlah besar juga menuntut pengelolaan yang jelas. Kampus perlu menyampaikan tujuan program, kelompok penerima, mekanisme kelayakan, serta bentuk layanan yang tersedia. Informasi tersebut penting agar mahasiswa memahami apakah mereka memenuhi persyaratan dan bagaimana cara mengakses dukungan.

Transparansi juga membantu membedakan antara total dana yang dihimpun dan manfaat yang telah tersedia bagi mahasiswa. Dana filantropi dapat memiliki peruntukan tertentu, jadwal pelaksanaan, atau mekanisme distribusi yang berbeda. Oleh sebab itu, angka US$312 juta sebaiknya dipahami sebagai capaian penghimpunan CUNY pada tahun fiskal 2026, bukan sebagai bantuan tunai yang otomatis diterima seluruh mahasiswa.

Dengan total penghimpunan lebih dari US$1 miliar selama empat tahun, CUNY menunjukkan skala dukungan filantropi yang besar bagi pendidikan tinggi. Hibah US$50 juta untuk Lehman College memperlihatkan bagaimana satu dukungan dapat diarahkan pada beberapa kebutuhan sekaligus, mulai dari beasiswa dan kebutuhan dasar hingga kapasitas institusi dan jalur karier.

Bagi perguruan tinggi lain, inti pelajarannya adalah pentingnya membangun ekosistem dukungan mahasiswa. Bantuan biaya pendidikan, layanan mahasiswa, pendampingan, pengalaman kerja, dan hubungan dengan pemberi kerja dapat saling melengkapi. Namun, penerapannya tetap harus didasarkan pada kebutuhan lokal, desain program yang terukur, dan informasi kelayakan yang mudah dipahami mahasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *