Pendahuluan
Di dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari, kemampuan akademik saja tidak cukup. Perusahaan, instansi pemerintah, hingga organisasi modern kini mencari individu yang memiliki kemampuan problem solving—kemampuan menemukan solusi kreatif, efektif, dan logis terhadap suatu masalah. Karena itu, mahasiswa perlu mulai mengasah kemampuan ini sejak duduk di bangku kuliah.
Mengapa Problem Solving Sangat Penting?
1. Dunia Kerja Mencari Pemecah Masalah
Perusahaan tidak hanya butuh pekerja yang mengikuti instruksi, tetapi yang mampu:
- Mengambil keputusan tepat
- Menganalisis kondisi
- Menemukan alternatif solusi
Inilah kemampuan yang membedakan kandidat biasa dengan kandidat yang unggul.
2. Membantu Menyelesaikan Tantangan Akademik
Problem solving membantu mahasiswa:
- Menyelesaikan tugas besar dengan strategi yang lebih terstruktur
- Menemukan cara belajar terbaik untuk diri sendiri
- Menghadapi skripsi atau proyek penelitian dengan lebih percaya diri
3. Berguna dalam Kehidupan Sehari-hari
Kemampuan ini membantu seseorang mengatur waktu, mengelola konflik sosial, hingga membuat keputusan finansial yang bijak.
Jenis-Jenis Kemampuan Problem Solving
• Analytical Thinking
Kemampuan memecah masalah besar menjadi bagian kecil yang mudah dianalisis.
• Critical Thinking
Kemampuan menilai informasi secara objektif dan tidak terburu-buru membuat kesimpulan.
• Creative Thinking
Mencari solusi yang baru, berbeda, dan belum pernah diterapkan.
• Decision Making
Memilih solusi terbaik dari beberapa alternatif dengan mempertimbangkan risiko.
Cara Mahasiswa UNSUM Melatih Problem Solving
1. Ikut Organisasi dan Kegiatan Kampus
Di organisasi, masalah datang setiap hari—mulai dari event, pendanaan, hingga kerja tim. Itu adalah latihan nyata.
2. Aktif dalam Diskusi dan Kerja Kelompok
Diskusi memaksa kita berpikir kritis, menanggapi pendapat orang lain, dan memberikan solusi alternatif.
3. Mengambil Proyek atau Tantangan Baru
Seperti:
- Menjadi panitia acara kampus
- Membantu penelitian dosen
- Menjalankan bisnis kecil
- Mengikuti kompetisi inovasi atau PKM
Semua ini mengasah mental problem solver.
4. Belajar dari Studi Kasus
Baca artikel, jurnal, atau menonton video yang membahas kasus nyata — seperti konflik bisnis, manajemen bencana, atau teknologi.
5. Gunakan Metode Problem Solving
Contoh:
- Metode 5 Why’s
- Fishbone Diagram
- SWOT Analysis
- Design Thinking
Dengan langkah terstruktur, mahasiswa bisa menyelesaikan masalah dengan lebih fokus.
Kesimpulan
Problem solving adalah kemampuan yang wajib dimiliki mahasiswa di era persaingan modern. Dengan dunia yang berubah cepat, hanya mereka yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan adaptif yang akan bertahan. UNSUM sebagai institusi pendidikan dapat menjadi tempat terbaik untuk menumbuhkan kemampuan ini.
